BANYUWANGI, JAWA TIMUR – Di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang, terdapat sebuah wilayah yang mampu menjaga ketenteraman dan kerukunan melalui kekuatan kebersamaan. Itulah Dusun Maron, yang terletak di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Di sini, terukir sebuah kisah inspiratif tentang bagaimana inisiatif dan kesadaran kolektif warga mampu melahirkan sistem keamanan swakarsa yang tidak hanya efektif, tetapi juga berkelanjutan.

Berdiri kokoh di tengah pemukiman warga, Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) bukan sekadar bangunan fisik atau pelengkap fasilitas publik semata. Pos keamanan ini kini menjelma menjadi simbol kewaspadaan dan wujud nyata penerapan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) yang digerakkan oleh semangat gotong royong yang tak pernah padam.

Gagasan brilian pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Keamanan Lingkungan ini pertama kali dicetuskan oleh Joko Hartawan, seorang warga yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kondisi sosial lingkungan sekitarnya. Menyadari pentingnya perlindungan maksimal bagi keluarga dan tetangga, pada Desember 2025 lalu, ia bersama pemuda dan elemen masyarakat lainnya memprakarsai pembangunan Pos Pembantu Keamanan Lingkungan (Pospam) RW 1 Dusun Maron.

“Pembangunan pos jaga ini merupakan bukti nyata kekuatan gotong royong kita semua. Kami ingin membuktikan bahwa dengan kerja sama, kita bisa menciptakan perubahan yang positif. Harapan terbesar kami, RW 1 Dusun Maron dan sekitarnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan harmonis bagi seluruh warganya tanpa terkecuali,” ujar Joko menggambarkan semangat kebersamaan dan optimisme.

Masih menurut Joko, keberadaan Pospam yang beroperasi 24 jam tersebut menjadi pesan kuat bahwa keamanan bukanlah tanggung jawab yang dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum semata. Keamanan adalah tanggung jawab bersama yang dapat diwujudkan melalui kesadaran tinggi dan kerja sama yang solid antarwarga.

Patroli Maksimal dan Pengawasan Menyeluruh

Dalam rangka memastikan rasa aman dan ketenangan benar-benar terjaga, sistem keamanan yang diterapkan dirancang sangat disiplin. Kegiatan ronda dilakukan secara maksimal, terutama pada malam hari ketika aktivitas masyarakat mulai berkurang dan dianggap sebagai waktu yang rawan.

Para petugas yang piket secara bergilir tidak hanya duduk diam di pos, melainkan aktif melakukan patroli keliling. Mereka dilengkapi dengan perlengkapan memadai, termasuk lampu sorot, untuk memantau situasi secara menyeluruh, memastikan tidak ada sudut yang terlewat dari pengawasan.

“Personil Satgas kami berjumlah 12 sukarelawan. Setiap hari mereka secara rutin melaksanakan patroli ke area-area strategis, gang-gang sempit, hingga lorong-lorong padat penduduk. Tujuannya jelas, guna meminimalisir potensi kriminalitas dan memberikan rasa tenang bagi warga yang sedang beristirahat,” jelas Joko kepada Banyuwangi Post, Selasa (7/4/2026).

Sambutan Hangat Warga dan Apresiasi Penuh Pihak Berwenang

Program Siskamling 24 jam ini disambut dengan antusias dan rasa syukur oleh seluruh masyarakat setempat, mereka mengaku kini merasakan perbedaan yang sangat signifikan dalam hal ketenangan hidup.

“Dulu mungkin ada rasa was-was, tapi sekarang berbeda. Sekarang, kami merasa jauh lebih tenang dan tidur pun jadi lebih nyenyak. Kami tahu ada yang selalu berjaga dan siap membantu kapan saja jika ada masalah atau keadaan darurat,” Kata Sulastri, salah seorang warga Dusun Maron, dengan rasa syukur dan penuh bangga.

Tidak hanya mendapatkan dukungan dari warga sekitar, keberhasilan program keamanan mandiri ini juga menuai respons positif dan apresiasi dari pihak kepolisian setempat. Bhabinkamtibmas Polsek Genteng, Bripka Ahmad Farid, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat para anggota Satgas yang bekerja tanpa mengenal lelah dan pamrih.

“Partisipasi aktif masyarakat dalam Siskamling sangat penting dan sangat kami apresiasi. Dengan adanya ronda malam yang konsisten, potensi tindak kriminal bisa ditekan secara signifikan. keamanan lingkungan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bripka Ahmad Farid menegaskan bahwa kegiatan Siskamling seperti ini memberikan dampak yang sangat nyata dan terukur. Sejak program ini diaktifkan, tingkat keamanan di wilayah tersebut meningkat drastis, sementara angka kriminalitas serta gangguan ketertiban umum mengalami penurunan yang sangat signifikan.

“Pos Kamling 24 jam warga Maron ini luar biasa. Ia tidak hanya efektif dalam menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga telah menjadi model sukses yang patut diacungi jempol. Inisiatif berbasis partisipasi masyarakat ini menjadi role model yang menginspirasi daerah lain,” pungkasnya.Red

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *