BANYUWANGI, JATIM 4 Juni 2026 – Berbagai destinasi wisata di Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan jumlah kunjungan yang cukup signifikan selama periode libur panjang Hari Raya Iduladha yang beriringan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila. Berdasarkan catatan resmi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi, tercatat sebanyak 90.968 orang telah berkunjung ke sejumlah lokasi wisata unggulan di wilayah tersebut selama kurun waktu 27 Mei hingga 1 Juni 2026.

Rincian data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pengunjung didominasi oleh Wisatawan Nusantara (Wisnus) yang mencapai angka 89.870 orang. Sementara itu, jumlah Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang tercatat berkunjung sebanyak 1.098 orang, atau setara dengan sekitar 1,21 persen dari keseluruhan jumlah kunjungan pada periode tersebut.

Apabila dilihat dari fluktuasi hariannya, tren kedatangan wisatawan memperlihatkan pola peningkatan yang nyata menjelang akhir pekan dan saat memasuki puncak masa liburan panjang. Pada hari Rabu, 27 Mei 2026, jumlah kunjungan tercatat sebanyak 10.115 orang, kemudian sempat mengalami penurunan pada hari Jumat, 29 Mei 2026, menjadi 8.324 orang, sebelum kembali meningkat tajam hingga berakhirnya masa liburan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi, Hartono, memberikan tanggapan mendalam terkait tingginya animo kunjungan wisatawan yang tercatat selama masa libur panjang tersebut. Ia menegaskan bahwa peningkatan jumlah pengunjung ini memiliki makna strategis yang besar bagi kemajuan daerah.

Menurut Hartono, fenomena lonjakan kunjungan tersebut bukan sekadar angka statistik yang menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap potensi wisata yang dimiliki Banyuwangi. Lebih dari itu, peristiwa ini dipandang sebagai momentum yang sangat berharga dan tepat bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh guna perbaikan ke depan.

“Peningkatan jumlah kunjungan ini tidak hanya menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap potensi wisata daerah, namun juga sekaligus menjadi momentum evaluasi yang penting bagi pemerintah daerah,” ungkap Hartono.

Lebih lanjut ia menjelaskan, hasil evaluasi yang dilakukan diharapkan dapat menjadi acuan utama dalam penyusunan langkah-langkah perbaikan yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan sarana prasarana pada berbagai sektor penunjang industri pariwisata di masa mendatang. (Red-bp)

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *