Banyuwangi, Jawa Timur – Kondisi jalan penghubung di Dusun Silirkrombang, Desa Seneporejo, Kecamatan Bangorejo, dinilai sudah tidak layak pakai karena rusak parah di sepanjang ruasnya. Lubang-lubang besar yang menggenangi air saat hujan serta permukaan jalan yang tidak rata telah menjadi pemandangan sehari-hari selama berbulan-bulan lamanya.
Ketidakpastian kapan perbaikan akan dilakukan membuat warga setempat mengambil langkah yang tidak biasa. Pada Selasa (19/5) petang, warga bersama-sama menanam pohon pisang tepat di atas badan jalan yang rusak tersebut. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk protes damai sekaligus upaya nyata untuk menarik perhatian pihak berwenang agar segera menindaklanjuti kerusakan jalan yang sudah berlangsung lama.
Selama ini, jalan tersebut merupakan akses utama yang digunakan warga untuk berbagai keperluan, mulai dari perjalanan sehari-hari, pengangkutan hasil pertanian, hingga keperluan pelayanan publik. Namun seiring berjalannya waktu, kondisinya semakin memburuk tanpa adanya perbaikan yang berarti.
Berbagai laporan dan usulan yang disampaikan warga maupun perangkat desa ke instansi terkait belum juga membuahkan hasil, sehingga menimbulkan rasa kecewa di kalangan masyarakat.
Puluhan warga dari berbagai kelompok usia ikut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman ini. Ratusan pisang ditanam berbaris di bagian jalan yang mengalami kerusakan paling parah, sehingga secara tidak langsung membatasi ruang gerak kendaraan yang melintas.
“Kami sudah berkali-kali melapor, namun hingga kini tidak ada perubahan. Jalan ini sudah sulit dilewati kendaraan roda empat, bahkan pengendara sepeda motor pun sering terjatuh karena lubang yang tersembunyi di balik genangan air. Karena tidak ada yang peduli,kami sepakat tanam pohon pisang disini,” ungkap salah satu warga dengan penuh kekecewaan.
Warga yang menolak identitasnya untuk dipublikasikan tersebut menegaskan bahwa langkah ini bukan bertujuan merusak fasilitas umum, melainkan wujud keprihatinan atas kondisi jalan yang semakin terabaikan. Mereka berharap melalui aksi ini, pihak berwenang segera melakukan perbaikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat tanggapan resmi dari dinas terkait. Sementara itu, aksi penanaman pohon pisang tersebut menyebar luas dan viral di berbagai platform media sosial, serta menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat luas. Red/Heri