BANYUWANGI – Pada hari Rabu tanggal 11 Maret, kawasan lahan yang terletak di Kelurahan Pakis menjadi tempat kunjungan kerja Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan (PK) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Ceno Hersusetiokartiko. Tempat yang dikunjunginya adalah Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi, milik Lapas Kelas IIA Banyuwangi, dengan pemandangan luas lahan yang dikelola secara terstruktur untuk berbagai aktivitas produktif.

Dari kejauhan, lahan seluas puluhan hektar terlihat terbagi menjadi beberapa blok yang jelas batasannya. Di bagian utara terdapat area pertanian, di mana berbagai jenis tanaman mulai dari sayuran segar seperti kangkung, bayam, dan kubis tumbuh subur di atas bedengan yang rapi. Di sekitar area pertanian, terlihat saluran irigasi yang mengalir dengan lancar, menyediakan air yang dibutuhkan untuk menjaga kesuburan tanah.

Berpindah ke sisi barat lahan, terdapat area perikanan dengan beberapa kolam berukuran berbeda. Beberapa kolam digunakan untuk budidaya ikan nila dan lele, sementara kolam lainnya difungsikan untuk pemeliharaan benih ikan yang siap untuk dibudidayakan lebih lanjut. Di pinggir kolam, terlihat alat-alat sederhana seperti jala kecil dan ember yang disusun rapi, menunjukkan bahwa aktivitas pemeliharaan dan panen dilakukan secara teratur.

Lanjut ke bagian selatan, terdapat area peternakan dengan kandang ternak yang bersih dan terawat. Kandang sapi potong memiliki ventilasi yang baik, sementara kandang kambing dan ayam terletak di lokasi yang sedikit lebih tinggi untuk menghindari genangan air. Di sekitar kandang, terlihat tumpukan pupuk organik yang akan digunakan untuk menyuburkan tanah pertanian.

Direktur Ceno Hersusetiokartiko, yang didampingi Kepala Lapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa beserta jajaran pejabat, berjalan pelan sambil mengamati setiap detail di setiap unit produktif. Ia sering berhenti untuk melihat lebih dekat cara warga binaan menangani tanaman atau merawat ternak, terkadang bertanya mengenai tahapan kerja dan hasil yang diperoleh.

“Produktivitas di SAE Paswangi ini berjalan sangat baik. Hal ini terlihat dari keberagaman aktivitas pembinaan yang ada,” ujar Ceno saat mengamati proses penyiraman tanaman oleh seorang warga binaan yang bekerja dengan penuh fokus.

Ia juga menghentikan langkahnya di tengah lahan untuk menjelaskan pentingnya keberlanjutan program ini. Menurutnya, ruang lingkup pembinaan tidak hanya sebatas pada saat warga binaan berada di dalam lapas, tetapi juga harus menyiapkan mereka untuk kehidupan kembali di tengah masyarakat. “Klien dari Balai Pemasyarakatan perlu mengasah keahlian di sini sebelum mereka benar-benar kembali,” jelasnya dengan tatapan yang memperhatikan setiap aktivitas di sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas I Wayan Nurasta Wibawa mengajak untuk melihat area penyimpanan hasil produksi. Di sana, terlihat berbagai hasil panen yang telah dikemas rapi, siap untuk dikonsumsi atau didistribusikan. “Pembinaan di sini merupakan wujud dukungan terhadap program nasional ketahanan pangan,” terangnya sambil menunjukkan rak yang diisi dengan hasil olahan kecil dari produk pertanian dan perikanan.

Ia menjelaskan bahwa setiap bagian dari program di SAE Paswangi dirancang untuk memberikan manfaat ganda. Selain sebagai wadah bagi warga binaan untuk belajar dan bekerja, hasil produksi juga berkontribusi pada pasokan pangan di lingkungan lapas dan dapat dibagikan ke sekitarnya.

Di sudut lahan, terlihat area yang sedang dalam tahap persiapan untuk pengembangan unit baru. Wayan menjelaskan bahwa pihak lapas berkomitmen untuk terus memperluas variasi pembinaan. “Kami ingin SAE ini menjadi pusat pembelajaran yang bisa dilihat langsung oleh publik,” ujarnya sambil menunjuk ke arah area yang akan difungsikan sebagai ruang edukasi dengan tempat duduk sederhana yang sedang dibangun.

Dengan pemandangan lahan yang terawat rapi dan aktivitas yang berjalan teratur, SAE Paswangi menunjukkan bahwa program pembinaan kemandirian tidak hanya dapat memberikan manfaat bagi warga binaan, tetapi juga menjadi bagian yang penting dalam mendukung pembangunan di daerah Banyuwangi. Red

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *