BWIPOST.CO.ID, — Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Bahkan di kawasan pusat kota, ketersediaan mulai menyusut dalam beberapa hari terakhir.
Keluhan warga memuncak di media sosSengketa Lahan Hambat Distribusi, Elpiji 3 Kg Langka di Banyuwangiial, lantaran terpaksa berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain demi mendapatkan kebutuhan memasak sehari-hari.
Kondisi tersebut sudah berlangsung dua hari belakangan dan dikeluhkan luas warganet karena mengganggu aktivitas memasak. Warga berharap kelangkaan segera mendapat penanganan sehingga pasokan kembali lancar.
Informasi yang berhasil dihimpun, kelangkaan ini dipengaruhi adanya penyampaian aspirasi masyarakat berkaitan dengan sengketa lahan di lingkungan PT MMP Bosowa. Hal ini menyebabkan akses menuju fasilitas menjadi terbatas, sehingga proses pengisian tangki penyimpanan LPG ke sejumlah SPBE di wilayah Banyuwangi maupun Situbondo ikut terhambat.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, yang dihubungi pada Senin menyampaikan bahwa pihaknya senantiasa memantau serta mengambil langkah penanggulangan guna menjaga ketersediaan pasokan LPG bagi masyarakat.
“Kami terus memantau stok dan penyaluran LPG di wilayah Banyuwangi maupun Situbondo, serta berkoordinasi erat dengan instansi terkait agar operasional pengisian segera normal kembali dan kebutuhan masyarakat tetap terjamin,” ujarnya dilansir dari antaranews.com senin (31/8/2026).
Lebih lanjut Ahad menjelaskan, Pertamina telah menyusun skenario penyaluran alternatif dengan menyesuaikan ketersediaan armada, stok di setiap SPBE, serta kondisi akses jalan yang dilalui.
“Langkah ini ditempuh agar penyaluran LPG tetap berjalan, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan selama proses pendistribusian,” tambahnya.
Terpisah, Plt. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Heni Sugiharti, menerangkan bahwa kelangkaan elpiji dipicu kendala teknis pada pengisian serta pendistribusian dari tangki induk ke Stasiun Pengisian dan Penyaluran Elpiji (SPBE) di wilayah Banyuwangi.
Gangguan tersebut menyebabkan aliran pasokan ke sejumlah SPBE terhambat. Sebagai langkah mengatasi kekosongan, saat ini tengah diupayakan penyaluran cadangan dari luar daerah.
Menurut keterangan Heni berdasarkan data dari pihak Pertamina, bantuan berupa delapan tangki pasokan telah didatangkan dari Gresik. Masing-masing berkapasitas 15.000 kilogram, setara sekitar 3.920 tabung elpiji ukuran 3 kilogram.
“Barang sebenarnya tersedia, namun pasokan sempat terhambat akibat kendala teknis tersebut. Kami berharap gangguan di lapangan segera tertangani sehingga kelangkaan berakhir,” Jelasnya. (Red/Bp)