BANYUWANGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan memanfaatkan lahan terbatas untuk budidaya tanaman. Pada hari Selasa (24/02), institusi ini sukses melakukan panen buah melon yang dibudidayakan oleh warga binaan di area brandgang yang berfungsi sebagai jalur pengamanan.
Langkah inovatif ini mengubah lahan sempit di antara tembok pengamanan menjadi kebun hortikultura yang produktif. Program ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kemandirian, yang bertujuan untuk memberikan keterampilan agrobisnis yang handal bagi para warga binaan.
Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menjelaskan bahwa optimalisasi lahan tersebut merupakan respons strategis terhadap arahan pemerintah mengenai swasembada pangan.
“Area brandgang pada awalnya hanya difungsikan untuk keperluan pengamanan dengan ruang yang terbatas. Namun, kami melihat potensi yang besar di sini dan ingin membuktikan bahwa keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang bagi Lapas Banyuwangi untuk berkontribusi pada program swasembada pangan nasional,” ujar Wayan.
Menurutnya, keberhasilan panen kali ini merupakan hasil dari dedikasi warga binaan yang telah mendapatkan pelatihan intensif.
“Kami tidak hanya fokus pada hasil panen secara kuantitatif, tetapi lebih pada prosesnya. Melalui program ini, para warga binaan belajar tentang disiplin kerja dan teknik pertanian modern. Semoga kelak setelah bebas, mereka dapat memiliki kemampuan untuk menghidupi keluarga dengan cara yang halal dan tidak lagi dianggap sebelah mata,” tambahnya.
Dampak positif dari program ini dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satu warga binaan berinisial R (40 tahun) mengaku merasakan perubahan pandangan hidup menjadi lebih positif.
“Dulu waktu luang saya sering terbuang sia-sia, tetapi sekarang setiap pagi saya penuh semangat untuk memeriksa tanaman di brandgang. Saya merasa bangga melihat melon yang dulunya kecil kini sudah siap dipanen. Ternyata saya juga mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain,” ucap R.
Selain mendukung ketahanan pangan, hasil panen melon tersebut akan dipasarkan ke masyarakat luas. Sebagian keuntungan penjualan akan disetorkan ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sementara sisanya akan diberikan sebagai premi atau upah bagi warga binaan sebagai bentuk apresiasi atas kerja mereka.
Lapas Banyuwangi berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian berbasis pertanian di masa mendatang, guna mencetak warga binaan yang kompeten dan siap kembali berperan aktif di masyarakat sebagai individu yang mandiri. (Red)