BANYUWANGI, 14 Februari 2026 – Sebuah tayangan berita yang menyatakan sepeda motor milik salah satu oknum guru SMP Negeri 2 Muncar digunakan untuk check-in di Hotel Melati yang berlokasi Kecamatan Srono, telah mengganggu keluarga sang guru. Kondisi ini membuat ketentraman keluarga terusik dan nama baik mereka menjadi tercoreng.

Berdasarkan klarifikasi dari orang tua sang guru berinisial “KO” yang meminta tidak disebutkan nama lengkapnya, ia membenarkan bahwa sepeda yang viral dalam pemberitaan adalah kendaraan yang sehari-hari digunakan anaknya untuk bekerja.

KO menjelaskan bahwa pada hari kejadian yang disebutkan dalam pemberitaan sebelumnya, dirumah sedang melakukan persiapan acara slametan. Anaknya, CA, dianter dan dijemput ke serta dari tempat kerja.

“Saya pastikan anak saya tidak mungkin menggunakan sepeda tersebut untuk aktivitas di luar sekolah. Setelah pulang, anaknya melakukan aktivitas rutin seperti sholat dan istirahat,” ujarnya kepada awak media dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Jumat (13/2/2026).

Ia mengungkapkan bahwa sebelum berita tersebut berkembang, seorang pria pernah datang ke rumahnya dengan dalih ingin membeli sepeda jenis Scoopy metik. Setelah melihat sepedanya, pria tersebut menunjukkan foto dari ponselnya yang sama persis dengan sepeda miliknya.

“Hal ini membuat saya terkejut. Kemudian, anaknya memberitahukan kalau sepedanya dikabarkan ada di Hotel Srono Indah, membuatnya semakin bingung dan marah,” katanya.

KO menambahkan bahwa masih mencari dan wajib menemukan siapa sebenarnya yang membawa atau meminjam sepedanya tanpa sepengetahuan keluarga, karena hal ini telah membuat mereka terganggu dan nama baiknya tercoreng.

Sebelumya diberitakan pada Rabu 11 Februari 2026 Integritas dunia pendidikan di Banyuwangi kembali menjadi sorotan. Seorang tenaga pendidik di SMP Negeri 2 Muncar diduga melakukan pelanggaran disiplin setelah kendaraan pribadinya terdeteksi berada di sebuah penginapan pada saat jam sekolah berlangsung.

Kecurigaan mencuat pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, saat sebuah sepeda motor Honda Scoopy berwarna Army dengan nomor polisi P 21xx OPG terpantau terparkir di area Hotel Srono Indah. Kendaraan tersebut diketahui milik seorang guru berinisial CA.

Temuan ini memicu kritik tajam dari Agus, aktivis lembaga Pemerhati Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menilai insiden ini mencoreng citra tenaga pendidik.

“Sangat disayangkan seorang pendidik diduga berada di hotel pada jam kerja. Berdasarkan verifikasi kami di lapangan, pihak sekolah mengonfirmasi bahwa yang bersangkutan memang seorang guru Di SMP Negeri 2 Muncar,” ujar Agus.

Menanggapi hal tersebut, Humas SMPN 2 Muncar, Abror, memberikan klarifikasi. Meskipun membenarkan kepemilikan motor tersebut, pihak sekolah menegaskan bahwa kewajiban mengajar CA tidak terganggu.

“Benar, itu motor milik guru kami. Namun, perlu diklarifikasi bahwa saat kejadian, CA sedang mengajar di kelas,” jelas Abror.Ia juga menambahkan bahwa CA berstatus sebagai tenaga honorer mata pelajaran bahasa, bukan berstatus ASN maupun PPPK.

Sementara itu, CA membantah keras tudingan bahwa dirinya berada di hotel. Ia mengaku terkejut dan mengklaim tidak mengetahui mengapa motornya bisa berada di lokasi Hotel Srono indah.

“Saya tidak tahu siapa yang memakai motor saya kemarin. Pada hari itu, saya berangkat mengajar diantar oleh ibu saya,” dalihnya saat dikonfirmasi.

Hingga kini, teka-teki keberadaan motor tersebut masih menjadi misteri. Isu ini tengah dalam penelusuran lebih lanjut oleh pihak-pihak terkait guna mengungkap fakta sebenarnya dan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.(red-bp)

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *