Media Banyuwangi Post, Sabtu 31 Januari 2026 || Proyek pembangunan infrastruktur jalan di Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Proyek pengaspalan yang bersumber dari dana publik tersebut menuai kritik tajam setelah ditemukan kerusakan dini pada fisik jalan, meski pengerjaannya baru saja usai.
Berdasarkan pemantauan di lapangan dan informasi yang dihimpun dari media sosial resmi Pemdes Gintangan, terdapat beberapa poin krusial yang menjadi dasar keresahan warga:
Kualitas Material yang Meragukan
Warga menyoroti ketebalan aspal yang dianggap sangat minim, bahkan dianalogikan “setipis tisu”. Di beberapa titik, aspal tampak rapuh dan mudah terkelupas hanya dengan tekanan ringan, sehingga memicu dugaan bahwa spesifikasi material tidak sesuai dengan standar teknis yang ditentukan.
Kerusakan Dini dalam Waktu Singkat
Meski pengerjaan baru berjalan sekitar satu bulan, fisik jalan sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius seperti lubang dan keretakan. Hal ini dianggap tidak wajar untuk proyek infrastruktur yang seharusnya memiliki daya tahan hingga hitungan tahun.
Dugaan Kurangnya Pengawasan
Muncul pertanyaan besar mengenai peran pengawas lapangan selama proses pengerjaan berlangsung. Kerusakan yang terjadi begitu cepat mengindikasikan adanya celah dalam pengawasan kualitas (quality control) yang memicu dugaan adanya kelalaian atau pengurangan volume material.
Transparansi Anggaran dan Pelaksana
Anomali Administrasi dan Anggaran
Selain masalah fisik, ketidaksesuaian administratif juga menjadi sorotan. Pada papan proyek tertera sumber dana berasal dari APBD Tahun 2025, namun pelaksanaan baru diselesaikan pada Januari 2026.
Secara aturan, proyek tahun tunggal seharusnya tuntas maksimal pada 31 Desember tahun berjalan. Jika pengerjaan melintas tahun, hal ini memicu pertanyaan mengenai status “luncuran” anggaran dan prosedur denda keterlambatan yang seharusnya diberlakukan agar tidak menyalahi aturan tata kelola keuangan negara.
Transparansi Anggaran & Pelaksana
Warga menuntut kejelasan mengenai rincian anggaran dan siapa pihak kontraktor yang bertanggung jawab.
Ketidaksesuaian antara besarnya dana publik yang dikucurkan dengan kualitas hasil akhir di lapangan menjadi pemicu utama mosi tidak percaya masyarakat terhadap proyek tersebut.
Risiko Keselamatan Pengguna Jalan
Kondisi aspal yang mulai mengelupas dan berlubang tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga membahayakan keselamatan warga yang melintas, terutama pengendara roda dua saat malam hari atau cuaca hujan.