BANYUWANGI, JAWA TIMUR – Proyek rehabilitasi Puskesmas Singojuruh, Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi kini menjadi sorotan publik luas, setelah data menunjukkan bahwa hingga awal Januari 2026, pekerjaannya masih belum rampung dan hanya mencapai progres sekitar 70 persen.
Kondisi ini membuat Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Banyuwangi (APPM) khawatir terkait ketersediaan layanan kesehatan yang lebih baik yang seharusnya diberikan melalui proyek tersebut. Sebagai organisasi yang peduli pada kesejahteraan masyarakat, APPM menyoroti pentingnya fasilitas kesehatan yang memadai untuk mendukung akses layanan dasar bagi warga sekitar.
Dibiayai dari Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025, proyek ini menghabiskan biaya hampir 3 miliar rupiah dan dipercayakan kepada CV. Tri Anggara Kontruksi sebagai pihak pelaksana. Sebelumnya, jadwal pelaksanaan telah ditetapkan dengan target penyelesaian dalam waktu 130 hari kalender, namun diduga hingga saat ini belum tercapai sesuai dengan rencana awal.
Pantauan langsung yang dilakukan di lokasi proyek mengkonfirmasi bahwa berbagai komponen pekerjaan masih belum diselesaikan secara penuh. Mulai dari penyelesaian struktur bangunan hingga pemasangan fasilitas pendukung kesehatan seperti sistem kelistrikan, saluran air, dan peralatan dasar pelayanan, masih terdapat beberapa bagian yang perlu diselesaikan.
Kondisi ini telah memunculkan serangkaian pertanyaan dari masyarakat dan APPM. Apa alasan proyek yang memiliki jadwal dan anggaran jelas mengalami keterlambatan signifikan? Faktor-faktor apa yang menjadi penyebab utama masalah tersebut? Masyarakat juga menginginkan penjelasan terkait apakah ada evaluasi yang dilakukan terhadap pelaksanaan proyek dan bagaimana langkah yang akan diambil untuk memastikan pekerjaan dapat diselesaikan segera tanpa mengorbankan kualitas.
Hingga saat ini, pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi mengenai kondisi proyek dan penyebab keterlambatannya. APPM menyampaikan bahwa akan terus memantau perkembangan proyek dan berharap pihak berwenang segera memberikan informasi yang transparan kepada publik. (Red)