BANYUWANGI, JAWA TIMUR – Proyek pembangunan jalan aspal di Desa Tegal Arum, Kecamatan Sempu telah menjadi sorotan publik setelah mengalami kerusakan cukup parah tak lama setelah selesai dikerjakan. Kondisi masalah teridentifikasi pada Selasa (30/12/2025), membuat proyek yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya Perumahan dan Pemukiman (CKPP) Kabupaten Banyuwangi menjadi perhatian masyarakat. Banyak pihak menilai proyek ini gagal dalam tahap perencanaan, yang diduga menjadi penyebab utama kerusakan yang terjadi dengan cepat.
Dikerjakan oleh CV. AL AMIN SEMESTA dengan nilai kontrak Rp 97.679.000,00 dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Banyuwangi, proyek ini mengalami kerusakan dini yang jelas terlihat. Permukaan aspal telah mengelupas bahkan sebagian bagian ambles, dengan tekstur aspal yang tampak tidak padat dan ketebalan yang tidak maksimal.
Sebagai standar, perencanaan jalan yang baik seharusnya mencakup analisis kondisi medan, perhitungan beban lalu lintas, termasuk potensi lalu lintas kendaraan berat dari aktivitas pertambangan di sekitar lokasi. Namun, pembangunan jalan tersebut disinyalir tidak mempertimbangkan kondisi lapangan secara menyeluruh, sehingga tahap perencanaan yang tidak memadai diduga menjadi faktor kunci masalah ini.
Upaya konfirmasi terkait kerusakan jalan telah dilakukan kepada berbagai pihak terkait. Hingga saat ini, pihak Dinas PU CKPP Kabupaten Banyuwangi belum memberikan tanggapan resmi mengenai kondisi jalan rusak dan langkah penanganan yang akan diambil.
Ketika dikonfirmasi, Rustam Efendi selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek tidak memberikan penjelasan rinci terkait permasalahan. Ia hanya memberikan nomor kontak penanggung jawab kontraktor yang menangani proyek tersebut.
Sementara itu, pihak CV. AL AMIN SEMESTA melalui perwakilannya Yono saat dihubungi media ini menyatakan bahwa kerusakan disebabkan oleh faktor di luar kendali mereka, seperti beban kendaraan yang tidak sesuai dengan peruntukan jalan.
“Kerusakan ini terjadi akibat adanya rembesan air dan aktivitas truk bermuatan material mencapai 9 ton dari tambang. Jalan tersebut masih dalam masa pemeliharaan, sehingga kami sebagai rekanan memiliki kewajiban untuk memperbaiki kerusakan yang ada,” jelasnya.
Menurut Yono, progres perbaikan sebenarnya sudah dimulai, namun harus dihentikan sementara karena terkendala libur Natal dan Tahun Baru. Pihaknya berjanji akan melanjutkan dan menyelesaikan perbaikan dalam waktu dua hingga tiga hari setelah libur tahun baru berakhir.(red)