Banyuwangi, Jawa Timur – Gemuruh sorak-sorai penonton dan tendangan bola yang memecah angin menjadi pemandangan akrab di Stadion Lapangan Maron, Genteng. Di sinilah, Piala Askab PSSI Banyuwangi 2026 digelar, bukan sekadar sebagai ajang pertandingan biasa, melainkan sebuah momentum bersejarah yang menjadi napas baru bagi perkembangan sepak bola lokal.
Kompetisi ini hadir sebagai panggung adu strategi dan skill antar klub, sekaligus menjadi bukti nyata dedikasi seorang Desi Prakasiwi, Kader PDI Perjuangan dan Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi, dalam mengangkat derajat olahraga di tanah kelahirannya, Bumi Blambangan.
Sejak pertama kali digulirkan pada 19 April 2026, turnamen ini seolah menjadi magnet yang menarik perhatian seluruh lapisan masyarakat. Puluhan tim dari berbagai penjuru kecamatan turun bertanding, membawa serta harapan dan kebanggaan daerah masing-masing.
Antusiasme yang luar biasa terlihat jelas dari ramainya suporter yang memadati stadion, Teriakan dukungan yang tak henti-henti menciptakan atmosfer pertandingan yang begitu hidup, membingkai setiap laga dengan semangat kompetitif yang sehat dan nilai sportivitas yang tinggi.
Di balik kesuksesan event ini, tersimpan komitmen kuat dari politisi muda ini untuk memajukan sepak bola daerah, khususnya melalui pembinaan usia dini. Baginya, turnamen ini adalah laboratorium alami untuk mencetak pemain-pemain berkualitas. Hal ini juga dibuktikan dengan keikutsertaan tim yang ia bina langsung, Desi Banteng FC, yang turun ke lapangan dengan mental baja dan semangat pantang menyerah.
Bendahara Partai DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi tersebut mengaku optimis, melalui kompetisi yang tertata rapi dan berkelanjutan seperti ini, akan lahir bibit-bibit unggul yang kelak siap bersaing di kancah yang lebih luas.
“Piala Askab ini bukan sekadar ajang pertandingan, melainkan wadah pembinaan dan evaluasi. Tujuan kami satu: memastikan sepak bola Banyuwangi terus berkembang dan memiliki daya saing yang kuat,” tegas Desi dengan penuh keyakinan. minggu (3/5/2026).
Lebih lanjut, ia berpesan agar para pemain tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menampilkan permainan terbaik dan menjunjung tinggi etika sportivitas. keberhasilan sebuah turnamen tidak melulu soal siapa yang mengangkat piala di akhir pertandingan.Lebih dari itu, keberhasilan terlihat dari bagaimana tali persaudaraan terjalin erat dan bagaimana kecintaan masyarakat terhadap sepak bola terus membara.
Dengan adanya agenda kompetisi yang rutin dan terorganisir, Desi berharap potensi sepak bola Banyuwangi semakin terasah tajam, siap mengharumkan nama daerah di berbagai tingkat kejuaraan. Namun, upayanya tidak berhenti di sini. Desi prakasiwi berjanji akan terus hadir dan bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat.
“Ini adalah bentuk kontribusi nyata untuk mewujudkan Banyuwangi yang tidak hanya tangguh dalam pembangunan fisik, tetapi juga gemilang dalam prestasi olahraga”, Ungkapnya.
Melalui sinergi dan dukungan yang berkelanjutan, Desi menambahkan bahwa sepak bola Banyuwangi tidak hanya akan menjadi hiburan semata, melainkan juga menjadi salah satu sektor unggulan yang membanggakan, sejalan dengan kemajuan pembangunan dan pariwisata yang sedang gencar dilakukan di daerah ini. Red