BANYUWANGI, JAWA TIMUR – Kawasan tambang emas Tujuh Bukit atau yang dikenal juga dengan sebutan Tumpang Pitu, yang terletak di wilayah Kecamatan Pesanggaran, kembali menjadi sorotan publik. Perhatian masyarakat tertuju setelah beredarnya rekaman video yang memperlihatkan adanya aktivitas peledakan atau drill & blast yang berlangsung pada hari Senin, 27 April 2026 lalu.
Video yang diunggah oleh akun TikTok @/greendislandbanyuwangi tersebut menampilkan secara jelas kegiatan peledakan yang terjadi di area pertambangan. Konten tersebut kemudian viral dan memicu beragam tanggapan serta komentar dari warganet. Banyak di antara pengguna media sosial yang mengaitkan kegiatan industri pertambangan tersebut dengan kekhawatiran terkait potensi dampak buruk yang dapat ditimbulkan bagi lingkungan sekitar.
Sejumlah warganet mempertanyakan aspek keamanan serta dampak jangka panjang dari aktivitas peledakan yang dilakukan secara terus-menerus. Berbagai kekhawatiran yang disuarakan meliputi potensi pencemaran udara, meningkatnya risiko bencana tanah longsor, hingga kemungkinan terjadinya gangguan pada kualitas air tanah dan sungai yang menjadi sumber kebutuhan utama warga sekitar.
Selain dampak di daratan, masyarakat juga mengemukakan keprihatinan mengenai semburan material hasil ledakan yang diduga mencapai kawasan pesisir pantai. Hal ini dikhawatirkan dapat memberikan pengaruh negatif serta mengganggu kestabilan ekosistem laut di wilayah tersebut.
Beragam tanggapan pun bermunculan di kolom komentar. Salah satu warganet dengan akun @Munifkopi secara tegas mempertanyakan tanggung jawab atas kegiatan tersebut dengan pertanyaan, “Siapakah yang bertanggung jawab atas tambang emas Tumpang Pitu??..”
Sementara itu, komentar bernada sindiran disampaikan oleh akun @bilkisyasifa yang menuliskan, “Wihh.. udah dapat penghargaan kok, emang keren kotaku ini.” Kalimat tersebut dinilai sebagai bentuk kritik terhadap pencitraan daerah yang dianggap tidak sejalan dengan kondisi nyata di lapangan.
Tidak kalah tajam, komentar pedas datang dari akun @kavita yang menyoroti sisi eksploitasi. “Kira-kira serakahnya itu sampai kapan ya?.. sampe gunungnya ijo-ijonya habis gitu kah??..” tulisnya, menyiratkan kekhawatiran akan kerusakan alam yang terjadi secara terus-menerus hingga menghilangkan seluruh vegetasi dan keaslian lingkungan.
Hingga saat ini, video tersebut masih menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai platform digital. Publik menunggu adanya penjelasan resmi maupun langkah konkret dari pihak pengelola tambang maupun instansi terkait untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional berjalan sesuai dengan standar keamanan dan kelestarian lingkungan yang berlaku, demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Red