Banyuwangi, Jatim – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Banyuwangi Bergerak (FMBG) menggelar aksi damai di depan Kantor Pemkab dan DPRD Banyuwangi, Sabtu (27/6/2026). Aksi diawali dengan long march dari Stadion Diponegoro sekitar pukul 09.30 WIB menuju kawasan pusat pemerintahan. Sepanjang kegiatan berlangsung tertib dan aman, dengan pengawalan dari aparat keamanan setempat.
Peserta aksi terdiri dari unsur karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sejumlah elemen masyarakat. Dalam penyampaian aspirasinya, mereka mengusung tiga poin utama: mendesak agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan, meminta dugaan penyimpangan diusut tuntas, serta mendorong evaluasi tata kelola program dengan melibatkan pengawasan masyarakat.
Salah satu hal yang menjadi sorotan luas adalah spanduk besar yang dibawa peserta, bertuliskan “LANJUTKAN MBG – KAMI WALI MURID BUTUH MBG”, disertai slogan: “Kami Wali Murid Mendukung Program MBG – KARNA ANAK SEHAT, BANGSA KUAT!”. Spanduk tersebut juga memuat ilustrasi petani di sawah, sajian makanan bergizi, serta ikon yang melambangkan peningkatan kualitas gizi, prestasi belajar anak, dan kesejahteraan keluarga.
Spanduk yang memuat dukungan terhadap program MBG tersebut sempat menjadi perbincangan hangat dan menyebar luas setelah dibagikan di grup Facebook Banyuwangi 24 Jam, Pernyataan dukungan yang mengatasnamakan wali murid tersebut sontak menuai sorotan tajam, tanggapan kritis serta komentar pedas dari kalangan warganet, antara lain sebagai berikut:
- Linda Suwi: “Jangan mengatasnamakan wali murid, bilang saja pekerjanya yang butuh MBG.”
- Indah Palupi: “Walimurid sing endi iki??” (red: Wali murid yang mana ini???)
- Nang Saleho: “Heleeeh… Wali opo, kowe ki karyawan seng nyamar dadi wali murid.” (red: Haduh, wali apa, kalian itu karyawan yang menyamar jadi wali murid.)
- Yoga Candra: “Stop MBG, gratiskan sekolah saja. Stop MBG, anda kira saya tidak bisa kasih makan enak sama anak kami?”
- Muhamad Mutakqin: “Saya dan keluarga nggak butuh MBG. Tolong jika mengatasnamakan masyarakat Banyuwangi diperjelas masyarakat yang mana? Misalnya pegawai SPPG, pemilik SPPG, atau oknum yang butuh uangnya MBG. Lebih baik uangnya kasih ke orang tidak mampu atau jompo, lebih bermanfaat.”
- Leo Ahmad: “MBG libur yang ngamuk‑ngamuk yang punya dapur dan karyawannya… jadi yang butuh MBG adalah mereka, bukan anak‑anak.”
Warganet juga mengingatkan agar setiap aksi dukungan maupun kritik disampaikan secara transparan, mencantumkan asal kelompok secara rinci dan jujur, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, fitnah, maupun perselisihan di tengah masyarakat. (Red)