BANYUWANGI, JAWA TIMUR || Pembangunan perumahan subsidi yang terletak di dusun krajan 2, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, menuai kecaman dari sejumlah warga dan petani setempat. Keluhan mereka disampaikan langsung kepada awak media pada hari Selasa (27/01/2026).
Beberapa warga yang menolak untuk di publikasikan identitasnya menyampaikan rasa kesal akibat dugaan penyerobotan tanah pengairan, yang juga diduga dikais menggunakan alat berat.
“Tanah di sempadan saluran irigasi juga ikut dikais, bahkan sebagian bagiannya ditutup, Pak. Akibatnya aliran air jadi tidak lancar. Silakan Anda langsung periksa sendiri,” ujar salah satu warga dengan nada yang menunjukkan ketidakpuasan.
Saat awak media mengunjungi lokasi pembangunan, ditemukan hal yang mengejutkan, sumber mata air di kawasan tersebut telah dimanfaatkan secara komersial. Selain itu, terlihat juga saluran irigasi yang menghubungkan ke sawah warga sebagian telah tertimbun tanah.
Keadaan bahkan lebih memprihatinkan dengan ditemukannya sempadan saluran irigasi tersier yang diduga dikeruk menggunakan excavator dan kini hanya tersisa dengan ketebalan sekitar 60 cm.
Sayangnya, selama berada di lokasi, awak media tidak mendapatkan kesempatan untuk bertemu serta melakukan konfirmasi langsung dengan pihak pelaksana maupun penanggung jawab proyek perumahan subsidi tersebut. (Red-Tim)