Media Banyuwangi Post || Aroma spiritual mulai terasa di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi. Menyongsong datangnya bulan suci Ramadan 1447 H yang tinggal menghitung hari, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Banyuwangi menggelar pertemuan rutin yang dikemas secara religius melalui pengajian dan doa bersama. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (7/2) ini dipusatkan di Aula Sahardjo dan diikuti oleh puluhan anggota dengan suasana yang penuh kekeluargaan.

Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua DWP Lapas Banyuwangi, Ny. Merlin Nurasta. Mengusung tema besar tentang pembersihan hati dan penguatan spiritual, agenda ini dirancang sebagai wadah persiapan mental bagi para istri petugas pemasyarakatan agar mampu menjalankan ibadah puasa dengan kualitas iman yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dalam sambutannya yang menyentuh, Ny. Merlin Nurasta menekankan bahwa pertemuan ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban program kerja organisasi. Ia memandang momentum ini sebagai “recharge” spiritual bagi para anggota di tengah kesibukan mengurus rumah tangga dan mendukung karier suami.

“Pertemuan kali ini memiliki makna yang jauh lebih mendalam karena kita berada di ambang pintu bulan suci Ramadan. Saya berharap melalui lantunan ayat suci dan doa yang kita panjatkan bersama, kita dapat memasuki bulan puasa dengan hati yang bersih, tulus, dan penuh optimisme. Mari kita jadikan Ramadan tahun ini sebagai titik balik untuk meningkatkan kualitas ibadah, baik dalam ranah pribadi maupun dalam peran kita sebagai pendamping suami,” ujar Merlin di hadapan seluruh anggota DWP.

Lebih lanjut, Merlin memberikan penekanan khusus pada peran krusial seorang istri petugas Lapas. Menurutnya, dinamika pekerjaan di lingkungan pemasyarakatan memiliki tingkat tekanan yang tinggi, sehingga peran istri dalam menjaga keharmonisan rumah tangga menjadi sangat vital.

“Ketenangan spiritual seorang istri adalah jangkar bagi kebahagiaan keluarga. Ketika kondisi batin kita tenang dan religius, hal itu akan memancarkan energi positif yang mendukung performa kerja suami. Dengan rumah tangga yang harmonis, suami dapat menjalankan tugasnya di Lapas dengan fokus dan integritas tinggi,” tambahnya.

Rangkaian acara tidak hanya diisi dengan sambutan formal, tetapi juga dibekali dengan tausiyah singkat mengenai fadhilah (keutamaan) Ramadan dan kiat-kiat menjaga konsistensi ibadah di tengah kesibukan sehari-hari. Sebagai bentuk kepedulian terhadap institusi, seluruh anggota DWP juga melaksanakan doa bersama yang dikhususkan untuk keselamatan, kesehatan, serta kelancaran tugas seluruh jajaran petugas Lapas Banyuwangi dalam menjaga kondusifitas keamanan.

Kegiatan yang berlangsung selama beberapa jam tersebut ditutup dengan sesi ramah tamah yang hangat. Dalam kesempatan ini, para pengurus juga menyempatkan diri melakukan diskusi ringan terkait proyeksi program kerja DWP untuk bulan-bulan mendatang, termasuk rencana kegiatan sosial selama bulan Ramadan.

Dengan terselenggaranya pengajian ini, DWP Lapas Banyuwangi kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang seimbang antara aspek administratif organisasi dan penguatan karakter religius. Hal ini diharapkan dapat menciptakan komunitas keluarga besar Lapas Banyuwangi yang tidak hanya solid secara organisasi, tetapi juga kuat secara spiritual.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *